Langsung ke konten utama

Review Novel Damarabika: Tentang Love and Hate Relationship Sahabat Lama

Pernah dengar ungkapan ini ga? 
"Dari temen jadi demen" 
atau  
"Witing tresno jalaran soko kulino"
Terus kalau ada yang bilang ini gimana?
"Kalau udah kelewat deket sama temen, udah saling tau bagus-jeleknya, kayaknya susah buat jadian, jatuh cinta atau bahkan sampai  menikah".
Percaya yang mana?
Mungkin ada yang setuju sama yang pertama, sependapat sama yang kedua atau malah pilih abstain? Yeeee, emang ini voting hahaha... Pengalaman setiap orang beda, sih. Jadi wajar aja kalau kecenderungan setujunya juga yaaa,.. beda.

Waktu awal-awal baca novel Melodi Damarabika,  quote-quote  ini lho yang kepikiran sama saya. Kisah Love and Hate Relationship antara Rara dan Tyo, adalah dua tokoh utama dalam  novel yang ditulis oleh Ananda Ramartha.


Judul Novel: Melodi Damarabika
Penulis: Ananda Ramartha
Tebal: 317 halaman + ix (plus 5 bonus cerita pendek)
Penerbit: Pru Maharaam - November 2016
ISBN: 978-602-60394-0-8

Ceritanya, Rara sama Tyo menyelesaikan SMAnya barengan di almamater  yang sama,  kedua ibu mereka juga bersahabat baik. Harusnya yaaa,  begitu juga dengan yang terjadi antara Rara dan Tyo. Tapi... Tyo yang terkenal sebagai playboy di sekolahnya melakukan sesuatu di malam Prom Night, bikin Rara ilfil sampai belasan tahun kemudian keduanya bertemu lagi. Rara masih mengingat pengalamannya di mana Tyo telah mempermalukan Rara. Makanya begitu ketemu lagi,  Rara malesnya bukan main.  Jutek malah.  Tapi semakin Rara jual mahal,  semakin penasaran Tyo dibuatnya.  Pesan cerita: Jangan menyerah kalau lagi pedekate hahaha....  *apaan sih*

Seperti Setan vs Malaikat

Saat keduanya bertemu kembali, Rara bersama kakaknya, Mbak Keke meneruskan bisnis toko bunga milik almarhum mamanya. Kesibukan  lainnya Rara adalah mengajar di sebuah TK. Sementara Tyo sudah menjadi seorang musisi berkaliber asia dan banyak fansnya. Rara yang dasarnya baik, lembut dan pemaaf semakin tahu masa lalu Tyo  yang mungkin bisa membuat para perempuan berpikir dua kali mnerima Tyo. Sebagai seorang selebritis, Tyo juga seorang petualang cinta dan menganggap gadis di atas usia 13 tahun sudah tidak perawan lagi adalah hal yang lumrah. Sableng, kan? 

Mereka sering berdebat, marahan,  ngeselin tapi tetap kangen mah ada. Keduanya juga tetap nyambung karena tidak ada yang disembunyikan atau berpura-pura. Salut deh sama Rara. Ga mudah menerima karakter orang yang sablengnya kayak gini. Di sisi lain Tyo pun takjub dengan kesederhanaan dan kedewasaan Rara yang mendadak bisa menjelma jadi ibu peri yang luar biasa bijak dan sabar.

Hobi yang Berbeda

Yang namanya saling suka tidak selalu karena banyak kesamaan. Kadang malah ngebosenin.  Selain karakter Rara dan Tyo yang berbeda macam bumi dan langit, mereka juga punya hobi yang berbeda. Rara seorang kutu buku, juga senang menulis di blognya. Tyo? mana suka dia baca buku. Selain perempuan cantik, musik adalah chemistry terbesarnya, sekaligus mewujudkan cita-cita masa kecil dan mimpi almarhumah mamanya.

Eh tapi dibalik nyablak dan sablengnya Tyo, sesungguhnya dia cukup gengsi juga untuk mencari tahu tentang Rara. Lewat blog yang diselalu diupdate Rara, Tyo jadi tahu lebih banyak tentang Rara tanpa harus berantem dan dihujani  omelan dan pukulan gemas Rara. Bahkan saat Rara gelisah, diam-diam Tyo pun tahu juga.  Kalau udah gini, yang jahaaat... bukan cuma Rangga aja.  Apa setiap cowok kayak Tyo gitu yang suka jaim pura-pura ga penasaran?

Move On dari Masa Lalu

Meski dialog antara Tyo dan Rara kerap diwarnai ribut-ribut, omelan atau umpatan, Tyo mulai luluh dengan semua perhatian yang Rara berikan. Bahkan Rara berusaha mendamaikan kembali Tyo dengan ayahnya - Tuan Damar -  pemilik perkebunan kopi terbesar di Banyuwangi.

Walau galak dan suka merepet, Rara ternyata pernah merasakan kenelangsaan dan berusaha bangkit dari masa lalu. Kedewasaan juga yang ingin ditularkan Rara pada Tyo yang punya kenangan buruk dengan ayah dan ibu tirinya. Tyo harus pergi agar sembuh dari masa lalunya, meski itu membuat Rara bersedih.

Masangin

Katanya kalau suka ga usah dikatakan, cukup diekspresikan saja. Iya gitu?  Padahal perempuan itu mahluk paling ge-er, rumit dan ga enakan. Ga cukup cuma disampaikan dengan ekspresi aja. Siapa tau terjadi miss komunikasi. Nyebelinnya Tyo waktu dia ngajak Rara mencoba Masangin pun dia ga bilang apa isi harapannya. Diih, kalau saya jadi Rara, udah saya cubit habis-habisan sampai ampun-ampunan ngaku :D

Oh ya Masangin ini adalah berjalan di antara pohon beringin kembar dengan mata tertutup. Konon kalau bisa melaluinya dengan mulus, apa yang diharapkan akan terwujud.  Mitos ini ternyata sudah berumur  ratusan tahun. Kala itu Sultan Hamengku Buwono membuat sayembara untuk memilih calon suami bagi puterinya. Siapa yang bisa melaluinya, dialah yang boleh menikahi puterinya. Katanya sih,  yang waktu itu berhasil memenangkan sayembara adalah seorang pemuda dari kerajaan Siliwangi.

Love don't Cost a Thing

Ini sih emang judul lagunya J-Lo hahaha... tapi kalau ditanya lagu apa yang bisa menggambarkan apa  terjadi antara Tyo dan Rara, ini salah satunya. IMHO.  Bagi Tyo, gadis cantik yang dikenalnya dari kalangan jet-set  bukan jaminan kebahagiaan dan ketenangan. Pun begitu dengan Rara. Pernah jadian dengan  dosen yang smart, atau menengal cowok yang terlihat charming bagai sosok malaikat seperti atau tapi brengsek pun tidak memmbuatnya patah hati berlama-lama.

Lebih mudah bagi Rara untuk melupakan mereka tapi tidak  dengan Tyo. Bukan karena Tyo seorang musisi yang terkenal atau punya kartu kredit edisi terbatas tanpa limit. Ada chemistry yang dirasakan Rara untuk mempertahankan Tyo. Rara sadar dengan risiko pilihannya,  walau harus menunggunya cukup lama.

Favourite Quotes

Ada beberapa qoutes yang saya suka dari buku ini. Beberapa di antaranya nih:
"Tak perlu terlalu memahami, kami hanya perlu ada untuk satu sama lain, meski dalam hening." (halaman 93).
"Saat kamu putuskan untuk bertanya, berarti kamu sudah  siap untuk menemukan jawabannya.  Dan apa yang kamu cari, akan kamu temukan, di tempat terakhir kamu mencarinya." (halaman 113)
"Saat kamu berpikir semua ada untuk menentangmu, ingatlah  bahwa pesawat take off dengan melawan angin, bukan dengan terbang bersamanya. Ngono manut Pak Henry Ford." (halaman 120)
"...Bagiku, tuntutan sosial kuwi ndak mempan untukku.  Kalau aku nikah, ya karena aku yakin sama orangnya toh, yakin bisa lebih bahagia dengan adanya dia. Bukan cuma sekadar  biar ndak dibilang perawan tuir. Itu alasan yang salah untuk menikah. Dan biasanya  yang datang orang yang salah juga." (halaman 148)

Overall saya menikmati saat-saat membaca buku  novel setebal 317 halaman ini sambil saya membayangkan duduk di balkon rumah Rara, ditemani setangkai Mawar kuning dan secangkir kopi yang menguarkan aroma yang wangi racikan ahlinya langsung.  Aroma kopi emang eksotik, ya.  Mencium wanginya aja udah suka.

Kadang saya tertawa  geli membayangkan visualisasi  dialog antara Tyo dan Rara. Namun lebih dari sekali juga  merasakan ujung mata yang hangat karena merasakan kesedihan Rara atau terharu dengan kejutan-kejutan yang diberikan Tyo untuk Rara.  

Where to Buy?

Novel Melodi Damarabika bisa dibeli secara online atau offline. Harga Buku Online @ Rp. 85.000

dengan kontak Mbak Sege di WA/SMS : +62 8132 2133 589, http:/pruram.com atau Email : Info@pruram.com atau kalau pas kebetulan lagi di BIP,  bisa melipir ke  Life Transformation Center Lantai 2-35 A dengan harga  @ Rp. 100.000 


Setiap penjualan novel ini, akan disisihkan untuk membantu  kemandirian finansial para Lupus Survivor. Dengan kondisi finansial yang mandiri, karena kebutuhan obat yang sifatnya panjang, bisa sampai seumur hidup. Nanda (panggilan untuk penulis) adalah seorang Lupus Marvel.  Sebutan untuk para mantan penyandang  Lupus yang sudah sembuh.  Cerita-cerita keseharian penulis bisa dibaca di blognya di  http://anandaramartha.com/.  

Kalau kalian memesan buku via situs pruram.com di sana kita bukan hanya bisa membeli buku secara daring aja lho, tapi juga bisa nonton langsung link dari video youtube lagu-lagunya Nanda, link partnership Pru dengan klien (just in case berminat untuk bekolaborasi pun bisa juga) sampai update aktivitas terbaru bisa kita dapatkan.

Karena masih unyu-unyu, belum banyak kabar teranyar yang bisa kita dapatkan. Mudah-mudahan dengan semaki banyak sinergi yang terbentuk akan membuat web yang tampilannya minimalis manis ini semakin ramai seperti web-web lainnya, apalagi kalau ada fitur semacam forum di sini. As we know, sebenarnya Lupus hanya satu contoh saja dari kasus penyakit auto immune. Masih ada teman-teman lupus lainnya seperti silent killer, di mana penderitanya ga menyadari  dia terkena. Atau kalaupun tahu, masih bingung harus gimana untuk berobat dan saling menguatkan satu sama lain. Mudah-mudahan kesampaian, meski jadi PR tersendiri buat admin yang nanti semakin banyak to do listnya:)

Komentar

  1. Teh Efi kalau bikin review kecee badaaii deh..

    Beneran jadi pingin punya buku novel ini. Serru...love-hate relationship itu selalu bikin penasaran sekaligus deg-deg an pembaca.


    Dan subhanallah..
    Penulisnya keren.

    BalasHapus
  2. noted teh efi nuhun pisan,,, reviewnya meni cantik,, jadi penasaran pingin baca bukunya..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengumuman Pemenang Give Away Swarna Alor

Hai, hai.... Sudah  menunggu  pengumuman    pemenang  give away novel Swarna Alor?  Maaf ya, sudah menunggu.  Tapi enggak terlalu  lama juga, kan?  Cuma   3  hari aja, kok. J  Thanks  banget  ya sudah berpartisipasi di give away  ini. Doain  aja saya  tetep  konsisten  ngadain  give away  di blog  ini. *let's rise  our two hands*
Setelah  menyimak dan menimbang (aish), dari   30  komentator  blog, akhirnya saya  dan Dydie  (Dyah Prameswari)  yang menjadi juri give away   ini  memutuskan  3  nama  berikut  sebagai  pemenang yang berhak  mendapatkan  buku dan gantungan kunci.   *Nyalain  backsound drum dulu*

Resensi Novel The Bliss Bakery Trilogi 1

Sebenarnya saya termasuk yang  kurang suka cerita fiksi fantasi.  Kasih pledoi  dulu nih serial fantasi  yang legenaris macam Harry Potter pun saya belum baca, hehehe.  Eh tapi ada kok serial fantasi yang saya suka. The Hobbits, misalnya. Gara-garanya sih karena pernah baca  ulasan biografinya singkat  gelandang Liverpool, Steven Gerrard yang ngefans  ama novel The  Hobbit. Eh beneran seru, lho.  Novel  yang ditulis   JRR Tolkien  ini  saya tonton habis  juga  semua  tayangan filmnya dari kesatu, kedua dan ketiga.  Begitu juga  Film Lord of The Rings dari penulis yang sama.  Cerita Fantasi  yang ngitikan saya  buat  baca lagi berikutnya adalah  Serial The Alchemyst yang ditulis  oleh  Michael Scott dan Nibiru, fantasi rasa lokal  yang ditulis penulis favorit saya, Tasaro G.K.   Nah, kalau untuk  novel  yang satu ini nih, Bliss,  The Bliss Bakery  Trilogy #1  saya beneran blank, ga punya referensi dan ga  kepikiran buat kepoin  siapa penulisnya. Asal samber aja  pas seorang teman di FB…

Review Novel Milea: 6 Hal Tentang Dilan

Review Novel Milea: 6 Hal Tentang  Dilan - Pidi Baiq. Ah siapa sih yang tidak kenal dengan penulis yang unik ini? Surayah, begitu biasa dia dipanggil punya gaya bahasa yang berbeda dengan penulis lainnya. Out of the box tapi tetap puitis dan tetap lekat dengan diksi ala-alanya. Coba saja perhatiakan timelinenya di twitter kalau  tidak sempat membaca bukunya.
Kalau lagi jalan-jalan ke alun-alun, tepat di bawah jembatan penyebrangan jalan Asia Afrika di sana kita akan menjumpai quote yang diambil dari cuitannya di twitter. Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi Sangat familiar, kan?
Saya pernah upload quotenya ini di akun instagram dan bikin teman-teman saya jadi baper alias bawa perasaan. Mungkin yang sudah baca novel Pidi lainnya Dilan 1: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 dan Dilan 2: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991 ditambah seri terbaru lainnya Milea: Suara Dari Dilan bakal semakin Baper dibuatnya,
Judul Novel: Mi…