Langsung ke konten utama

Review My First Qur'an Story (1)

Review My First Qur'an Story (1) - Masih ingat kisah-kisah dalam Al Quran yang pernah kita dengar atau simak waktu kecil dulu? Ada yang sudah lupa? Rasanya nyaris enggak, ya. Informasi yang kita terima waktu kecil dulu konon lebih susah dilupakan. Misalnya saja hafalan doa makan  atau surat-surat pendek yang kita pelajari sejak kecil dulu. Rasanya aneh saja kalau mendadak lupa.

Ada yang ga ingat surat Al Fatihah? Kayaknya enggak, juga. Makanya anak-anak kecil usia pra sekolah sekarang ini banyak banget yang punya hafalan- hafalan Quran yang mengagumkan. Itu karena sejak kecil sudah ditanamkan dalam memorinya.  Hasilnya?  Bikin saya malu juga envy.  

Ngomongin soal cerita-cerita dalam Al Quran, mulai kisah Nabi Adam a.s ketika pertama kali diciptakan sampai kisah nabi Muhammad di penghujung usianya pun masih kita ingat dengan baik. Itu pun ga seluruhnya, sih. Minimal yang umumnya lah. Contohnya, mengapa Adam diperintahkan Allah turun ke bumi atau perjalanan Isra Mi'rajnya nabi Muhammad saw.

Ya, kalau ditanya ayat Quran yang berhubungan dengan kisah-kisah berkaitan alias asbabun nuzulnya, memang ga setiap orang ingat atau tahu soal itu. 

Katanya tak kenal maka tak sayang. 

Cara untuk mencintai sesuatu itu dengan mengenal lebih dekat dan lebih dalam. Seperti membaca kisah-kisah Quran yang ditujukan bagi anak-anak. Meski sejak dulu sudah banyak buku-buku yang terbit bercerita tentang kisah-kisah para nabi dan orang-orang di sekelilingnya, kehadiran buku yang baru selalu punya nuansa tersendiri. Ini karena cara bertutur atau narasi, sudut pandang dan lainnya antara satu penulis dengan penulis lain pun tidak sama. Misalnya saja buku yang mau saya ceritakan ini:

My First Qur'an Story
Penulis: Tasaro GK
Ilustrator: Rizqia Sadida
Penerbit: Mizan - Mei2016
ISBN:  978-602-418-025-6

Blurb:
Buku My First Quran Story bercerita tentang kisah para nabi yang termuat dalam Al Quran. 

Buku ini berbeda dengan buku kisah nabi lainnua karena yang bercerita adalah para binatang yang hidup pada zaman nabi-nabi. Ada gagak,  merpati,  unta,  serigaka,  semut,  gajah dan yang lainnya. 

Para binataang ini sudah tidak sabar menceritakan kisah seru yang mereka alami.  Adik-adik mau tahu juga,  kan?  Yuk baca kisah lengkapnya di buku ini... 

Dengan desain sampul hardcover dan ilustrasinya yang eye catching ini juga bakal semakin asik saat dibaca. Baik oleh anak-anak maupu dewasa. Setiap halaman dari buku ini tidak absen dari ilustrasi cerita yang full color dengan pilihan font yang menarik, seperti tulisan tangan yang rapi. Saya suka envy deh kalau lihat tulisan tangan seperti ini.

Kapan saya  bisa punya tulilsan tangan kece seperti ini, ya? 

Setiap cerita dalam buku ini mengambil sudut pandang orang kedua. Eh koreksi, bukan orang, tapi binatang. Iya, yang bercerita dalam buku ini adalah para binatang yang memang kisahnya pernah dikisahkan dalam Quran. Rasanya seperti membaca cerita fabel tapi bukan dongeng belaka. Kisahnya benar-benar nyata. Dengan pilihan kalimat yang pendek, baik dibacakan atau membaca sendiri.

Setiap cerita di sini juga mudah dicerna oleh anak-anak saat menyimaknya. Sudut pandang cerita orang kedua ini juga dipakai oleh Tasaro untuk 4 novel Muhammad Penggenggam Hujan. Lain waktu, tentang novel ini saya ceritain di postingan lain, ya.

Kembali ke buku My First Qur'n Story, seperti ini narasi dalam bukunya. Sederhana dan tidak perlu berpanjang nfas waktu membaca atau menceritakannya. Pastinya juga mudah diingat. Diksinya juga asik.
Mereka para juru cerita terbaik.  Kerajaan binatang di tengah hutan belantara. Namanya kerajaan Rimba Raya. Hutan yang satu ini tidak ada di peta. Manusia belum ada yang menemukannya.
Well, gimana? Cukup menarik dan mengundang rasa penasaran, kan?

Menariknya para binatang yang menjadi juru cerita di buku ini juga punya nama yang unik. Misalnya saja Gagak Kocak, Merpati Romantis, atau Serigala Malang. 

Ada 15 kisah yang disampaikan dalam buku setebal 311 halaman ini. Karena memang penuh dengan ilustrasi dan narasi yang pendek.

Selain di postingan ini,  masih ada hal yang pengen saya ceritakan. Rencananya bakal saya lanjutkan di dua postingan berikutnya. Sebagai bocoran (tapi bukan spoil buku lho). Postingan berikutnya saya mau cerita tentang hal-hal yang belum pernah saya ketahui sebelumnya dari para tokoh cerita dalam Alquran. Baru kemudian ngeh setelah membaca buku ini. 

Kapan tayang postingan berikutnya? 
Ga pake lama, kok. Tunggu saja. Rajin-rajin aja mampir ke blog saya ini, ya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengumuman Pemenang Give Away Swarna Alor

Hai, hai.... Sudah  menunggu  pengumuman    pemenang  give away novel Swarna Alor?  Maaf ya, sudah menunggu.  Tapi enggak terlalu  lama juga, kan?  Cuma   3  hari aja, kok. J  Thanks  banget  ya sudah berpartisipasi di give away  ini. Doain  aja saya  tetep  konsisten  ngadain  give away  di blog  ini. *let's rise  our two hands*
Setelah  menyimak dan menimbang (aish), dari   30  komentator  blog, akhirnya saya  dan Dydie  (Dyah Prameswari)  yang menjadi juri give away   ini  memutuskan  3  nama  berikut  sebagai  pemenang yang berhak  mendapatkan  buku dan gantungan kunci.   *Nyalain  backsound drum dulu*

Resensi Novel The Bliss Bakery Trilogi 1

Sebenarnya saya termasuk yang  kurang suka cerita fiksi fantasi.  Kasih pledoi  dulu nih serial fantasi  yang legenaris macam Harry Potter pun saya belum baca, hehehe.  Eh tapi ada kok serial fantasi yang saya suka. The Hobbits, misalnya. Gara-garanya sih karena pernah baca  ulasan biografinya singkat  gelandang Liverpool, Steven Gerrard yang ngefans  ama novel The  Hobbit. Eh beneran seru, lho.  Novel  yang ditulis   JRR Tolkien  ini  saya tonton habis  juga  semua  tayangan filmnya dari kesatu, kedua dan ketiga.  Begitu juga  Film Lord of The Rings dari penulis yang sama.  Cerita Fantasi  yang ngitikan saya  buat  baca lagi berikutnya adalah  Serial The Alchemyst yang ditulis  oleh  Michael Scott dan Nibiru, fantasi rasa lokal  yang ditulis penulis favorit saya, Tasaro G.K.   Nah, kalau untuk  novel  yang satu ini nih, Bliss,  The Bliss Bakery  Trilogy #1  saya beneran blank, ga punya referensi dan ga  kepikiran buat kepoin  siapa penulisnya. Asal samber aja  pas seorang teman di FB…

Review Novel Milea: 6 Hal Tentang Dilan

Review Novel Milea: 6 Hal Tentang  Dilan - Pidi Baiq. Ah siapa sih yang tidak kenal dengan penulis yang unik ini? Surayah, begitu biasa dia dipanggil punya gaya bahasa yang berbeda dengan penulis lainnya. Out of the box tapi tetap puitis dan tetap lekat dengan diksi ala-alanya. Coba saja perhatiakan timelinenya di twitter kalau  tidak sempat membaca bukunya.
Kalau lagi jalan-jalan ke alun-alun, tepat di bawah jembatan penyebrangan jalan Asia Afrika di sana kita akan menjumpai quote yang diambil dari cuitannya di twitter. Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi Sangat familiar, kan?
Saya pernah upload quotenya ini di akun instagram dan bikin teman-teman saya jadi baper alias bawa perasaan. Mungkin yang sudah baca novel Pidi lainnya Dilan 1: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 dan Dilan 2: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991 ditambah seri terbaru lainnya Milea: Suara Dari Dilan bakal semakin Baper dibuatnya,
Judul Novel: Mi…