Langsung ke konten utama

Give Away Novel Dua Masa di Mata Fe

Setiap orang pasti pernah mengalami berada  di titik hidup yang tidak nyaman. Terpuruk, merasa dunia bagai kiamat, kehilangan harapan, masa depan atau orang-orang  yang disayangi.  Tapi hidup terus berjalan. Pilihan kita hanya dua, terus  bergerak agar tidak  terlindas  roda  waktu  atau menyerah, pasrah pada  kenyataan.

Fiuh, bersyukurlah ternyata kita masih punya harapan, masih punya mimpi masa depan dan berdamai dengan masa  lalu. Seperti itu juga yang dialami oleh Fe, tokoh  utama dalam novel berjudul Dua Masa di Mata Fe. Novel ini mengambil setting tahun 1998, tepatnya ketika  kerusuhan terjadi di Jakarta. Ada banyak saudara-saudara kita yang beretnis Cina jadi sasaran utama dalam kerusuhan itu.
Kalau mau tahu resensinya, bisa baca di sini . Meski pun mengambil setting pada tahun 1998, novel ini lebih banyak berkisah cinta yang manis berbalut  kegamangan karena ada benci dan cinta yang hadir.  Mau tidak mau Fe harus  move on dan bertahan hidup agar bisa selamat meski pun sudah kehilangan orang-orang  yang dicintainya.


Sudah baca bukunya?  Belum? Bagaimana kalau dikasih bukunya gratis plus tanda tangan penulisnya? Mau, ga? Pasti mau, dong.

Nah, buat mendapatkannya, gampang, saja kok. Boleh ya, berbagi cerita pengalaman  pernah tidak mengalami  situasi blast from the past.  Jadi ketika kita sudah berusaha melupakan bayang-bayang masa lalu tiba-tiba saja mengalami situasi  yang mengingatkan  kita  kenangan masa lalu yang ingin kita kubur dalam-dalam. Apa  sih yang kalian lakukan? Atau kalau belum pernah mengalami, tips apa yang akan kalian sampaikan?

Buat kamu yang beruntung, akan dipilih komentator yang akan mendapatkan hadiah berikut ini.
  1. 2 buah novel Dua Masa Di Mata Fe plus tanda tangan penulis Dyah Prameswari untuk 2 orang pemenang.
  2.  1 buah kaos Dua Masa Di Mata Fe untuk 1 Pemenang
  3.   Pulsa  untuk 2 pemenang masing-masing  sebesar Rp. 25.000,00



Caranya bagaimana?
Selain menjawab  di kolom komentar, share  juga link posting Give Away  ini di twitter dengan hashtag #GADuaMasadiMataFe. Jangan lupa untuk  like fanpage  Dyah Prameswarie  follow  dan mention @efi_thea, @gudienz dan @mokabuku  di share twitter kalian.

Format jawaban
Nama :
URL  share Twitter:
Jawaban :

Give away ini akan berlangsung mulai tanggal 18 -25 Mei 2015 jam 23.59 WIB.

Pemenang yang beruntung akan diumumkan di blog ini, dan akun twitter  @efi_thea.

Ditunggu, ya!



Komentar

  1. nama : zulaikhah
    link share : https://mobile.twitter.com/KimZujonghee/status/600112329066303488?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C4967129822
    jawaban: sering terjadi padaku, tentang kenangan yang ingin ku kubur, tapi secara tiba" datang kembali.
    Dan di saat itulah saya merasakan berada dalam titik keterpurukan, seolah masa menyakitkan itu kembali lagi walaupun sudah lama terkubur, seolah-olah sia-sia diriku menguburnya.

    Seperti di mana saat sabahat dulu yang slalu bersamaku, tiba-tiba menjauhiku seolah-olah tidak mengenalku. Masih ku ingat di mana saat dirinya mengkhianatiku dengan cara mengataiku dengan sahabat barunya. Dia mengatakan hal-hal yang tak pernah ku lakukan.
    Seolah diriku tak mendengar apa-apa. Di saat smua orang berkata dia tak baik menjadi sahabatmu, aku hanya bisa berkata tidak, dia begitu baik padaku, dia slalu perhatian padaku, tersenyum padaku, bahkan kami bercanda bersama.
    Semakin lama dia semakin menjauh, dan tak sedikit berbicara padaku tentang keburukannya yang menghinaku di belakangnya. Tapi slama aku belum menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri aku tak akan mempercayainya.

    Dan di mana saat-saat yang tak ku inginkan terjadi. Di mana sahabatku sedang bermesraan dengan pacarku, bahkan tepah di hari jadi kita yang ke 3.
    Dapat ku dengar sahabatku menjelek-jelekkan diriku. Aku hanya miris mendengarnya. Walaupun sudah lama aku mempersiapkan hatiku untuk hancur. Perlahan kaki ini melangkah membeli minuman buat mereka, dan saat aku kembali trlingaku mendengar dengan jelas jika mereka saling berucap kata cinta. Tak terasa pedang kasat mata telah merobek hatiku paling dalam. Aku harus bisa menghadapi ini semua. Perlahan kakiku menghampiri mereka, mereka masih tak menyadari kehadiranku. Aku sedikit berdehem dan sukses mereka menghadapku dengan sbuah senyuman palsu, aku hanya bisa membalas senyuman mereka. Miris, begitu bodohnya kah diriku selama ini.

    Cukup lama kami berdiam, tak ada yang membuka suara. Aku mulai jengah dengan semua kebohongan.
    Aku duduk depan mereka,menatap mereka bergantian dan bertanya, "apa sudah lama?"
    mereka bingung dengan yang ku ucapkan
    "hubungan, apa kalian udah lama berhubungan di belakang ku slama ini?"
    mereka kaget, dan aku hanya tersenyum simpul melihat gelagat mereka. Sudah dapat di simpulkan kan dari gelagat mereka.
    "Aku menyuruh kalian ke sini hanya ingin membahas tentang hubungan kita smua. Sungguh, sampai saat ini aku masih mentincaimu, dan untukmu juga, aku masih menyayangimu sebagai sahabat, bahkan kau adalah sebagian diriku. Aku tau jika slama ini kau menghinaku di depan sahabat-sahabatmu, dan berpacaran dengan pacarku, tapi entah mengapa sulit untuk membencimu.Aku sadar, kalian sudah mulai bosan padaku hahaha, lucu bukan. Aku sudah tak kuat jika menanggung beban yang begitu berat, aku sudah lelah" hah "Baiklah aku hanya ingin mengakhiri smuanya dengan kalian. maaf jika slama ini aku mengganggu kalian, jangan pernah menyapaku jika kita bertemu di jalan, anggap saja kita tak saling mengenal satu sama lain ok. Berakhir, smua sudah berakhir." aku berdiri dan menjauh dari mereka dengan hati yang begitu lega.

    kami tak bertemu satu sama lain selam tiga bulan ini, walaupun kami sekampus, tapi kami berbeda fakultas. Selama ini aku mencoba menyibukkan diriku dengan kegiatan eskul untuk melupakan mereka, dan itu berakhir.

    Selama ini aku menyukai kehidupan baruku, sendiri, dan mencoba membaur dengan yang lain.

    Tapi apa daya, selama enam bulan, dia datang padaku, mantan pacarku menghampiriku. Seketika memori itu kembali, semua terbayang-bayang di otak ku. Dia terlihat canggung saat menghampiriku di salah satu sudut cafe dekat kampus.

    Dia memintaku kembali padanya. Saat itu aku hanya tertawa, tertawa mengejek tepatnya. Aku tqk sebodoh itu untuk jatuh kelubang yang pernah ku masuki.

    sudah ah tak kuat menceritakannya lagi. Yang intinya aku sudah memafkan mereka, tapi aku benar" belum bisa melihat mereka. Bahkan kemarin aku melihat mereka lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Puk puk puk..... pasti ada gantinya yang lebih baik dari mantanmu, ya Zulaikha.Thanks sudah berrpartisipasi, ya.

      Hapus
  2. Nama: Rima Ria Lestari
    Link share: https://mobile.twitter.com/rima_ria/status/600127394192629761?p=v
    Jawaban:

    Pernah. Gegara GA ini, saya jadi ingat lagi :p

    Kenangan masa lalu yang susah payah ingin saya lupakan adalah kesalahan yang pernah saya perbuat (maaf, saya tidak berkenan menyebutkannya).

    Kesalahan besar meski tidak diketahui orang terdekat saya. Kesalahan yang lantas membuat saya menjauhi Tuhan.

    Saat itu, saya terlihat sebagai orang yang happy, segala kesulitan saya dimudahkan, dan saya mati-matian membenarkan diri saya. Sampai kemudian saya berintrospeksi. Saya tanya, 'apa sih mau kamu sebenarnya? Beneran kamu happy begini?'

    Jawabannya, BIG NO! Saya malu dengan apa yang saya jalani selama itu. Menutup mata, telinga, dan hati untuk melakukan kesalahan itu.

    Semula saya kira orang lain tak tahu. Tapi kemudian terbuka satu per satu. Mereka tahu tapi barangkali saya dianggap dewasa untuk bisa berkonsekuensi dengan pilihan saya. Mereka tak salah karena sayalah yang berbuat.

    Langkah pertama menebusnya, saya dekati Tuhan. Saya mohon ampun atas kesalahan saya itu. Benar, selama menjauhi Tuhan, kesalahan saya ternyata jadi berlipat. Semula satu tapi kemudian beranak pinak. Saat mendekati-NYA, saya disadarkan hal itu. Betapa saya buruk dan jauh dari-NYA begitu lama.

    Sampai saat ini, saya masih terus berupaya memaafkan diri saya sepenuhnya. Karena, memiliki rasa bersalah menahun itu begitu menyakitkan. Semoga Tuhan memaafkan saya.. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setiap orang memang punya masa lalu, tapi setiap orang juga berhak buat berubah jadi lebih baik, kan? Thanks ya, Mba Rima sudah berbagi cerita di sini. Semoga ada hikmahnya juga buat teman-teman lain yang membaca.

      Hapus
  3. Nama : eny
    Twitter : @enythxz
    Email : enytok03@gmail.com
    Link share : https://mobile.twitter.com/Enythxz/status/600142897741074433?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C5123626898

    Masa lalu yang mengingatkan saya?
    Yap, ada byak masa lalu yang membuat saya terkadang stuck dan down. Seperti trauma dimasa lalu namun sisa2nya masih membekas hingga kini.

    Jika ku menatap jam dinding tepat jam 5.30 itu tepat kejadian gempa 27mei 2006 ,baru2 ini terdengar kabar gempa nepal terjadi. Jujur aku tau rasanya apa yg mereka rasakan, trauma yg masih membekas hingga kini jika ada gempa sekecil apapun aku akan lari secepat mungkin,jantungku akan berdetak kencang dan kakiku gemetaran.

    Jika ku buka lembaran2 diary ku disanalah aku jadi teringat masa lalu. Masa lalu yang penuh terpuruk. Hampir tidak bisa mengikuti UN karena sakit, ujian sakit datang bertubi-tubi menimpa ku, Dibully, dsb .

    Intinya aku harus move on dari masa lalu saya, hdup saya tidak akan maju jika meratapi nasib dimasa lalu. Yang terjadi biarlah terjadi, seburuk apapun masa lalu saya. Saya percaya Tuhan akan memberikanku kejutan yang indah suatu saat nanti pada hdup saya. Sampai saat ini pun aku terus berusaha bangkit. .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes, harus move on. Penyemangat terhebat itu memang kita sendiri, karena efeknya lebih dahsyat. Semoga cobaan yang bertubi-tubi membuat kita jadi lebih kuat buat survive dan tidak lama-lama larut dalam kenangan masa lalu, ya.

      Hapus
  4. Nama : Ade Delina Putri
    URL share Twitter: https://twitter.com/adedelinaputri/status/600205857754775552
    Jawaban : Pernah. Ini terjadi ketika aku ditanya tentang segala masa lalu yang sudah sangat ingin aku lupakan. Anehnya ketika ini terjadi justru aku bisa menjelaskan dengan detail ceritanya. Hal ini yang akhirnya membuat aku tak pernah memaksakan proses move on. Aku membiarkan segalanya terjadi begitu saja. Kalaupun aku ingat, kebanyakan aku hanya ingin bercerita. Mungkin ini yang sesungguhnya bisa disebut move on. Bercerita tanpa terbawa perasaan bersalah ataupun sedih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu poinnya. Saat kita mengenang masa lalu tapi tidak jadi beban karena luka lama. Semakin ingin lupa kadang malah membuat kita semakin ingat detilnya. Terma kasih Ade Delina sudah berbagi ceritanya, ya.

      Hapus
  5. Nama : Maria Azmi Piscessanella
    Link share : https://twitter.com/piescessanella_/status/600209761712275456
    Jawaban :
    Pernah juga sih g bs move on dari masa lalu, dulu saat pertama kali cinta pertama menyapaku dibangku sekolah putih biru. Mulanya aku hanya memujanya dari jauh, hanya sekedar mengaguminya karena dia jago basket dan cakep banget. Sering curi2 pandang pas jam kosong terlebih saat istirahat. Sampai suatu ketika temanku iseng buat surat kaleng buat dia yg isinya perasaanku padanya. Saat itu gugup bukan main, takut kalau2 dia mala marah. Namun, bukannya marah, doi mala ngajak makan siang bareng. Fyuh, bener2 bikin spot jantung, makan jadi blepotan gegara grogi. Dari situ kami mulai berteman, hingga suatu saat dia menyatakan cinta padaku bertepatan hari ulang tahunku. Wow senangnya bukan main lho sahabat. Hari2ku bagaikan disurga sejak kala itu, gag pernah sedih, seneng trus bawaanya, cie... sampai suatu ketika kami harus memutuskan berpisah karena dia ikut orangtuanya pindah ke luar kota. Sedih banget sahabat, tapi mau dikata apa. Mungkin takdir harus begitu. Sejak saat itu hari2ku sedih kepikiran dia terus g bs move on. Hiks jd sedih kalo nginget jaman dulu ='(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba inget-inget lagunya Pasto ::) Kalau jodo pasti enggak kemana, kok, Maria. Semoga emang dia jadi jodohmu, ya. Terimakasih banyak sudah ikut bercerita di sini.

      Hapus
  6. Nama : Suci Santy
    Link share : https://twitter.com/suci_risalah/status/600456316423835648

    Jawaban

    soal situasi blast from the past, ini sering saya alami. Biasanya jika tiba-tiba mendengar lagu yang dulu sempat jadi lagu favorit kita berdua. Atau tiba-tiba lewat ke tempat yang pernah jadi tempat hang out. Malah saat ini saya masih berteman baik dengan keponakannya, dan kita jadi deket tapi tetep bukan deket lagi sama omnya yaaa... Saya sempat berusaha keras untuk move on, tapi... hanya buang waktu dan tenaga. Akhirnya, saat ini saya ngga coba lagi untuk maksain diri buat ngelupain dia. Karena, semakin kita berusaha melupakan semuanya, maka kenangan yang udah ada itu malah ngga akan hilang. Ikuti waktu aja. Pasti akan bisa santai tanpa harus nangis-nangis inget masa lalu. Tips saya buat yang susah move on, ya.. ngga usah maksain diri buat move on. Kalau ngga diinget-inget, kenangan itu juga ngga akan hadir. Kalau tiba-tiba inget, ya ngga usah terlalu drama. Santai aja, karena perasaan itu kan manusiawi. Tapi, ya.. jangan dinikmati perasaan kaya gitu. Cukup bersyukur dengan yang udah jadi pasangan kita saat ini. Insya Allah, masalah itu ngga bikin drama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, semakin larut dengan perasaan semakin susah move pn-nya, ya. Biarkan waktu yang mengobati luka kenangan. Bener nih, Suci. :) Terimakasih tipsnya, ya.

      Hapus
  7. Nama : Irmawati
    URL Share Twitter : https://mobile.twitter.com/irmaa_waati/status/600950086399631361?p=v
    Jawaban :

    Aku pernah merasakannya. Ini tentang dia... Cinta pertamaku. Entah cinta pertama atau bisa di kategorikan cinta monyet juga. Namun jika cinta monyet, aku suka dengannya selama tiga tahun kehidupanku di SMP. Waktu itu yang membuatku sakit hati, dia suka dengan sahabatku. Disitu aku merasakan seperti, pengkhianatan. Mungkin. Karena sebenarnya sahabatku tidak salah dalam hal ini, tetapi tetap saja aku dongkol.

    Beberapa tahun berlalu, perlahan tapi pasti, ketika aku memasuki masa putih abu-abu alias SMA. Aku mulai melupakannya, dan mencoba menyukai cowok lain, dan ya itu cukup berhasil. Tapi... Sampai ketika aku hampir lulus, tiba-tiba dia, cinta pertamaku itu, hadir lagi. Dia meng-add akun FB-ku. Aku kaget, karena setauku dia bukan tipe orang yang aktif di sosmed.

    Ya, namun aku tetap menanyakan kabarnya dan kami bertukaran nomor handphone. Kami sering berkomunikasi, beberapa kali dia ingin mengajak bertemu, biar lebih akrab, katanya. Namun aku selalu mencari alasan untuk menolaknya, terlebih karena aku tidak siap untuk bertemu dengannya. Dalihku aku sibuk untuk urusan masuk kuliahku, sibuk belajar sampai tak punya waktu. Jadi untuk sekarang, lebih baik aku menghindarinya dulu, sebisa mungkin. Karena jujur, rasa sakit dan perih itu terkadang masih sering muncul. Namun aku sering menegaskan kepada hatiku, jika dia adalah bagian dari masa laluku, yang akan tetap menjadi masa lalu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, biarkan jadi kenangan lama aja, ya. Saatnya menyongsong masa depan. Good Luck dengan kuliahnya, ya. Katanya keberhasilan itu adalah balas dendam yang paling manis.Semangat ya, Irma.

      Hapus
  8. Nama : Eni Lestari
    URL share Twitter: https://twitter.com/dust_pain/status/601508810495131648

    Jawaban:

    iya, ada kenangan masa lalu yang gak bisa aku lupakan sekeras apapun aku mencoba. gak bisa cerita detailnya karena cukup traumatis bagiku. karena gak bisa melupakannya, aku mengalihkannya pada hal lain. aku berusaha berpikir positif. aku melimpahi diriku sendiri dengan hal2 menyenangkan supaya kenangan gelap itu tertutupi. apa itu berhasil? well, lumayan. pikirku, asal gak diingat, semua bisa diatasi. yang terpenting adalah kontrol diri. tapi, kadang ketika membaca atau melihat sesuatu yang persis di masa lalu itu, tak urung bikin aku nangis. rasanya seperti ada perasaan sesak di dada, sesuatu yang gak bisa dikeluarkan. akhirnya, aku memutuskan merangkul kenangan yang gak bisa kubuang itu. yah, mau gimana lagi kenangan itu adalah bagian dari hidupku. aku gak bisa menampiknya, menyingkirkannya, atau menganggapnya gak ada. sekarang, hidupku sudah lebih baik. seiring berjalannya waktu, aku bisa menjadikan kenangan itu sesuatu untuk memotivasiku meraih cita2ku selama ini. yes, time is healing. itu yang aku percaya selama ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, bener banget Eni. Waktu itu obat paling mujarab untuk move on. Kita aja yang sering iri dan merasa hidup orang baik-baik saja. Diam-diam mungkin ada orang lain yang envy dengan posisi Eni, lho.

      Hapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. Nama : Ratna--@ratnaShinju2chi
    URL share Twitter : https://twitter.com/ratnaShinju2chi/status/602402175273148416.

    Jawab : Pernah. Kenangan masa lalu yang akan kembeli berkelabat ketika melihat atau mendengar namanya. Rasanya kisah itu kembali bergulir seperti menonton bioskop. Kenakalan yang selalu dihadiakan padaku. Entah aku salah apa padanya dia sangat suka mem-bully sejak duduk di kelas satu hingga kelas enam. Walau itu tergantung moodnya--sering di-bully dari pada tidak. Masa-masa yang harusnya menyenangkan menjadi sebuah momok yang tak terlupakan. Yah, aku tidak bisa berbuat banyak, dan hanya bisa diam. Dengan berusaha tetap tegar dan mencoba tetap baik-baik saja melupakan semua kenakalannya padaku. Meski agak sulit namun seiiring waktu--ketika aku lulus sekolah dan melanjutkan ke Mts, di sanalah aku mulai membuka diri agar masa-masa kelas di SD tidak terulang. Aku mencoba berpikir positif mungkin masa itu dia belum terlalu paham dengan dampak kenalakan yang diberikan padaku. Yah, walaupun kadang ketika kembali harus bertemu aku hanya bisa berusaha mengulum senyum melupakan segala yang pernah dilakukan padaku karena sejatinya dia masih sepupu jauh. Biarlah itu menjadi kisah tersendiri yang kusimpan. Biarlah menjadi kenangan dan lebih baik aku menyongsong hidup baru bersama teman-teman yang sangat baik dan peduli.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau bully-bully-an anak SD biasanya ga pake hati.Emang dasarnya jail aja atau itu caranya untuk menyapu, Ratna. Ya, meski aneh dan bikin sakit hati. Seiring waktu, bisa saja dia berubah jadi seorang yang manis. Maafkan dan lupakan kenakalannya, ya.

      Hapus
  11. Nama : Meilina
    URL share Twitter: https://twitter.com/meilinakartz/status/602461307711815681
    Jawaban : Masa lalu. Menurut aku masa lalu itu sesuatu yang nggak akan berubah. Biasanya aku akan mencoba buat menyemangati diriku sendiri bahwa hidup dan mimpiku masih panjang dan akan terbuang sia-sia jika aku hanya memikirkan dan menyesali masa laluku. Masa lalu yang pernah aku alami tidak membuat masa depanku menjadi buruk, karena itu aku selalu mencoba menyemangati diriku sendiri, bagaimanapun juga hidup harus tetap berjalan. Kita malah bisa menghancurkan hidup kita sendiri dengan selalu mengingat masa lalu yang buruk. Kita bahkan bisa mengambil segi positif dari masa lalu, bisa belajar dari masa lalu. Bagaimanapun kita bukanlah Tuhan, masa lalu tidak akan bisa berubah, kita hanya bisa mengubah dan memperbaiki masa depan kita. Ketika aku teringat dengan masa lalu itu, aku akan selalu mempercayai bahwa aku masih bisa hidup bahagia, aku tidak selamanya terpuruk dengan mencoba melupakan masa lalu yang sulit aku lupakan. Aku akan menatap kedepan dan menjadikan masa lalu sebagai pelajaran hidup. Aku selalu mempunyai semangat untuk mengubah masa lalu buruk menjadi masa depan yang baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, masa lalalu enggak bisa dirubah meski cuma secuil ya, Lina. Bener, ambil hikmah masa lalu da jangan biarkan merusak masa depan kita yang sedang dirintis.

      Hapus
  12. Nama : Nunk Arif
    Url Share Twitter : https://twitter.com/NunkArif/status/602500478191083520
    Jawaban : Move on? harus dong ya sekarang udah taun berapa masa masih ga bisa move on :) kan life must will go on, halahh jadi inget sama titanic :) Masa lalu menurut saya adalah pengalaman yang sangat berharga, dimana pengalaman adalah guru yang terbaik, Experience is the best teacher, banyak hikmah yang bisa di ambil, banyak pelajaran yang bisa di ambil, seburuk apapun masa lalu tidak perlu diratapi tidak perlu disesali, jalan hidup dan masa depan masih panjang, belajar dari kesalahan sendiri adalah hal yang paling mudah diingat, ambil hikmah dan pelajaran dari setiap peristiwa yang kita alami, serahkan semua padaNya, jalan hidup sudah di atur olehNya, selalu percaya pada Takdir dariNya, Alloh akan selalu menerima dan membimbing kita ke jalan yang lebih baik, amin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah jadi kangen Leonardo Di Caprio waktu masih unyu. Hehehe.... iya,pengalaman itu guru berharga, itu kalau kita mau ngambil hikmah masa lalu. Kalau terus meratap ya selamat menderita. Duh jangan atuh, ya.

      Hapus
  13. Jangan jadikan saya pemenangnya ya kak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enggak akan, mas. Enggak memenuhi syarat :D

      Hapus
  14. Rini Cipta Rahayu
    https://twitter.com/RiniCipta/status/602834909082750976

    Salah satu hal yang mengingatkanku terhadap masa lalu yang sering terbayang hingga sekarang adalah ketika merayakan ulang tahun. Aku pernah punya trauma terkait hari yang seharusnya membahagiakan ini. Kejadiannya sekitar tahun 2002, ketika itu aku merayakan ulang tahunku yang ketujuh. Mama menjadi orang yang paling sibuk untuk menyiapkan pesta ulang tahunku yang mengundang teman-teman. Menyiapkan kue, makanan, menghias dan segala macamnya termasuk mengambil pesanan makanan untuk undangan. Saat itu mama sedang hamil muda, ketika mengambil makanan mama terjatuh tertimpa motor ketika akan pulang dari mengambil makanan. Mama hanya luka-luka, tapi ternyata calon adikku tidak bertahan. Dalam usia sekecil itu, dia telah gugur. Padahal, kehadirannya sangat dinantikan. Kesedihan sempat menyelimuti kami walaupun itu tidak lama.
    Sejak saat itu, aku agak trauma jika terkait dengan perayaan ulang tahun. Orang tuaku sempat ingin merayakan ulang tahunku saat SMA tapi aku menolaknya dan memilih perayaan yang sederhana saja bersama keluarga. Aku tau, hal itu terjadi bukan karena kehendakku. Tapi sampai sekarang aku sering terbayang-bayang, merasa sedih dan bersalah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah Rini, kan bukan maksudmu membuat mama mengalami hal itu, ya. Merayakan ulang tahun dengan merenung dan mengambil hikmah dari setiap masa lalu memang lebih baik, ya. Semoga peristiwa ini tidak terus-terusan mengusik pikiranmu , ya.

      Hapus
  15. Dan di saat itulah saya merasakan berada dalam titik keterpurukan, seolah masa menyakitkan itu kembali lagi walaupun sudah lama terkubur, seolah-olah sia-sia diriku menguburnya
    visit : jual pintu baja

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengumuman Pemenang Give Away Swarna Alor

Hai, hai.... Sudah  menunggu  pengumuman    pemenang  give away novel Swarna Alor?  Maaf ya, sudah menunggu.  Tapi enggak terlalu  lama juga, kan?  Cuma   3  hari aja, kok. J  Thanks  banget  ya sudah berpartisipasi di give away  ini. Doain  aja saya  tetep  konsisten  ngadain  give away  di blog  ini. *let's rise  our two hands*
Setelah  menyimak dan menimbang (aish), dari   30  komentator  blog, akhirnya saya  dan Dydie  (Dyah Prameswari)  yang menjadi juri give away   ini  memutuskan  3  nama  berikut  sebagai  pemenang yang berhak  mendapatkan  buku dan gantungan kunci.   *Nyalain  backsound drum dulu*

Resensi Novel The Bliss Bakery Trilogi 1

Sebenarnya saya termasuk yang  kurang suka cerita fiksi fantasi.  Kasih pledoi  dulu nih serial fantasi  yang legenaris macam Harry Potter pun saya belum baca, hehehe.  Eh tapi ada kok serial fantasi yang saya suka. The Hobbits, misalnya. Gara-garanya sih karena pernah baca  ulasan biografinya singkat  gelandang Liverpool, Steven Gerrard yang ngefans  ama novel The  Hobbit. Eh beneran seru, lho.  Novel  yang ditulis   JRR Tolkien  ini  saya tonton habis  juga  semua  tayangan filmnya dari kesatu, kedua dan ketiga.  Begitu juga  Film Lord of The Rings dari penulis yang sama.  Cerita Fantasi  yang ngitikan saya  buat  baca lagi berikutnya adalah  Serial The Alchemyst yang ditulis  oleh  Michael Scott dan Nibiru, fantasi rasa lokal  yang ditulis penulis favorit saya, Tasaro G.K.   Nah, kalau untuk  novel  yang satu ini nih, Bliss,  The Bliss Bakery  Trilogy #1  saya beneran blank, ga punya referensi dan ga  kepikiran buat kepoin  siapa penulisnya. Asal samber aja  pas seorang teman di FB…

Review Novel Milea: 6 Hal Tentang Dilan

Review Novel Milea: 6 Hal Tentang  Dilan - Pidi Baiq. Ah siapa sih yang tidak kenal dengan penulis yang unik ini? Surayah, begitu biasa dia dipanggil punya gaya bahasa yang berbeda dengan penulis lainnya. Out of the box tapi tetap puitis dan tetap lekat dengan diksi ala-alanya. Coba saja perhatiakan timelinenya di twitter kalau  tidak sempat membaca bukunya.
Kalau lagi jalan-jalan ke alun-alun, tepat di bawah jembatan penyebrangan jalan Asia Afrika di sana kita akan menjumpai quote yang diambil dari cuitannya di twitter. Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi Sangat familiar, kan?
Saya pernah upload quotenya ini di akun instagram dan bikin teman-teman saya jadi baper alias bawa perasaan. Mungkin yang sudah baca novel Pidi lainnya Dilan 1: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 dan Dilan 2: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991 ditambah seri terbaru lainnya Milea: Suara Dari Dilan bakal semakin Baper dibuatnya,
Judul Novel: Mi…